Selasa, Januari 26, 2016

FITUR KIDS CENTER ACER LIQUID Z320 GOLDEN MEAN: ANTARA KESENANGAN ANAK DAN KETENANGAN ORANG TUA

FITUR KIDS CENTER ACER LIQUID Z320
GOLDEN MEAN:
ANTARA KESENANGAN ANAK DAN KETENANGAN ORANG TUA

DUNIA DIGITAL: SMARTPHONE PARADOKS
Pengalaman merupakan cerminan terbaik untuk evalusi dan memperbaiki diri dengan tujuan memberikan kebermanfaatan kepada diri sendiri dan juga orang lain. Sebagai orang tua yang memiliki 3 (tiga ) orang anak yang masih dalam kategori anak-anak, pernah memiliki pengalaman yang cukup untuk kening ini mengkerut karena persoalan smartphone. Keberadaan smartphone di lingkungan keluarga saya sudah menjadi hal yang biasa, dikarenakan karena kebutuhan pekerjaan dan juga merupakan linear dengan mengikuti arus perkembangan teknologi telepon genggam. Hal inilah yang kadang saya sebagai orang tua lupa dan terlena dengan kehadiran smartphone ini, dan seringkali menganggap sebagai sebuah “obat” untuk anak-anak saya ketika mereka menangis dan saya diamkan dengan smartphone dengan berbagai aplikasi permainan serta koneksivitas pada jaringan internet.

sumber: www.acerid.com
Dalam perkembangan dunia saat ini yang memasuki era digital, maka kehadiran teknologi digital seperti smartphone semakin tidak dapat dihindarkan lagi baik itu dari sisi kebutuhan maupun dari sisi gaya hidup (life style). Ketika kebutuhan teknologi komunikasi seperti halnya smartphone menjadi  andalan utama dalam kehidupan kita di lingkungan masyarakat ataupun di dalam keluarga maka secara otomatis akan mengalami paradoks dunia digital atau smartphone paradoks, dengan idiom yang begitu kental kita kenal “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Smartphone paradoks menghinggapi kualitas kehidupan yang ada dalam lingkungan keluarga, utamanya hubungan orangtua dan anak-anak kita masih kecil. Seringkali kita menganggap bahwa smartphone adalah sebuah “obat” yang bisa menjadi penyembuh anak-anak kita dengan beragam fitur-fiturnya, namun sekian lama justru menjadikannya adiksi atau ketergantungan dan idiom “menjauhkan yang dekat” semakin menemukan kebenarannya.

Berdasarkan pada keadaaan dan situasi yang pernah saya alami terkait dengan hadirnya smartphone ditengah-tengah lingkungan keluarga. Semoga pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa diperlukan kebijaksanaan sebagai oarang tua yang juga didukung oleh fasilitas teknologi yang menjadi jalan tengah atau golden mean dalam istilah filsafat Aristoteles. Kehadiran smartphone diharapkan menjadi solusi, menjadi jalan tengah untuk membangun jembatan kehidupan antara anak dan orang tua atau juga jalan tengah antara kesenangan dan ketenangan.

GOLDEN MEAN :  FITUR KIDS CENTER ACER LIQUID Z320

“Every art and every inquiry, every action and choice, seems to aim at some good; whence the good has rightly been defined as that at which all things aim” -Aristotle, Nicomachean Ethics-

Merujuk pada pandangan filosof Aristoteles tersebut maka segala hal yang dipikirkan dan dilakukan manusia bertujuan untuk suatu kebaikan, lebih tegas menyatakan bahwa kebaikan yang menjadi tujuan manusia sama dengan kebahagian. Dalam bahasa Yunani kebahagian disebut dengan istilah eudaimonia. Oleh karena filsafat etika Aristoteles di kenal dengan sebut eudomonisme.  Dalam pandangan etika Aristoteles menyebutkan bahwa kebahagian adalah sebuah kerja jiwa berdasarkan keutamaan atau kesempurnaan (exellence of virtue) . Tindakan kebajikan/keutamaan (virtue)  adalah tindakan yang mengambil pertengahan antara peran-peran pada setiap titik esktrim manusia. Oleh karena  perilaku keutamaan ini dikenal sebagai jalan tengan atau Golden mean. Karena pada dasarnya dalam diri manusia memiliki titik ekstrim yang ada pada dirinya seperti, takut, percaya diri, menderita, senang dan lain sebagainya, makanya setiap manusia diharapakan untuk selalu mencapai pertengahan atau jalan tengah dalam setiap tindakan sebagai sebuah kebajikan (virtue).

sumber:www.acerid.com
Dunia dalam genggaman merupakan sebuah penggambaran situasi dan kondisi dunia saat ini dimana perkembangan dunia terkait teknologi komunikasi di bidang smartphone berkembang sangat cepat dengan beragam tampilan dan kecanggihan aplikasi serta fitur-fitur tambahannya untuk memudahkan proses komunikasi antar manusia.  Seiring dengan bergerak sangat cepatnya teknologi, maka manusia sebagai penggunanya diharapkan tetap mampu mengendalikan dan mengontrolnya sehingga tidak menjadi kalah oleh teknologi. Kecanggihan-kecanggihan smartphone pada masa kini harus dapat di kendalikan, sehingga proses paradoks tidak selalu terjadi.


Merespon bagaimana manusia harus menjadi pengendali atas teknologi dan menjadi jembatan antara orangtua dengan anak, Acer mengeluarkan produk terbaru yakni Acer Liquid Z320 dengan beberapa tampilan dan fitur yang terbaru yang menjadikan Acer liquid Z320 sebagai sebuah Golden Mean dari hasil karya manusia yang menjadi jembatan antara kecanggihan teknologi dan kebijaksanaan pengunanya. Salah satu kebijaksanaan yang hadir di smartphone Acer liquid Z320 adalah fitur kids center merupakan fitur yang sudah pre-install pada smartphone Acer liquid Z320 dapat membatasi aplikasi, konten dan akses data yang tidak sesuai dengan usia anak-anak. Fitur kids center inilah salah satu keunggulan dan keutamaan yang dihadirkan oleh Acer untuk menjadi jembatan kesenangan dan ketenangan.

Keutamaan dan Keunggulan Fitur Kids Center Acer Liquid Z320

www.acerid.com
Fitur kids center sebagai sebuah sarana unggulan Acer Liquid Z320 yang menjadi jalan tengah (golden mean)  atas solusi dari smartphone paradoks yang mana di satu sisi memberikan kebutuhan namun di sisi yang lain menjadi adiksi.
Beberapa hal yang membuat Fitur kids center memiliki keutamaan dan keunggulan yang menjadikannya ramah terhadap orangtua dan juga anak-anak adalah beberapa konten dan sistem yang ada di fitur kids center antara lain;


                        1.       Sistem Parenting Control
Aplikasi ini dapat membantu orang tua untuk mengontrol dan membatasi anak-anak  dari segala aktivitasnya ketika sedang bersentuhan dengan smartphone. Oleh karena sistem parenting control ini dapat menjaga ketika anak-anak kita mengakses penggunaan internet, sehingga hal-hal yang terkait dengan pengunaan internet yang kurang baik ataupun konten-konten negatif  untuk anak-anak dapat diawasi dan dicegah.
Sistem Parenting control inilah menjadi unggulan dari semakin dahsyatnya teknologi pada smartphone. Hal-hal yang tidak sesuai dengan umurnya dapat langsung termonitor dan menjadi ajang perbaikan perilaku serta komunikasi antara orang tua dan anak.  Acer liquid Z320  inilah orang tua dapat mengaktifkan Extra safe zone, jika memang merasa kurang aman dan nyaman buat anak, sistem ini dapat mengunci ponsel dari kids center meskipun telah dinyalakan ulang.
sumber: www.acerid.com

             2.       Video dan games edukatif
Keunggulannya lainnya yang terdapat di fitur kids center adalah wahana games dan video yang ditampilkan merupakan konten yang pas dan sesuai buat anak-anak. Games yang terapat di fitur kids center Acer Liquid Z320 di desain aman untuk dimainkan oleh anak-anak dan menjadi media pembelajaran untuk tahapan tumbuh kembang anak-anak untuk mengasah kreativitas serta kemampuan belajar.
Video yang dimunculkan juga pas ditonton oleh anak-anak dengan pendekatan konten edukatif dan menghibur, serta jumlah chanell video ayang ada akan selalu bertambah sehingga akan mengurangi kebosanan anak-anak terhadap media yang ditontonya. Tampilan untuk memutar video yang ada pada aplikasi fitur kids center Acer liquid  Z320 berbeda dengan tampilan yang ada pada youtube, sehingga hal ini sangat membantu sekali agar anak-anak tidak tersesat masuk dalam video yang tidak sesuai dengan umur penggunanya.

3                 3.     Aktivitas edukatif
Keunggulan lainnya yang diberikan oleh fitur kids center Acer liquid Z320 ialah dengan memberikan fasilitas beraktivitas buat anak-anak agar mendorong ide-ide kreatif keluar dan terimplementasikan tidak hanya dalam angan-angan.

Aktivitas memotret atau menjadi seorang fotografer bagi anak-anak merupakan kegiatan yang sangat menarik dan edukatif ditambah dengan bingkai-bingkai foto yang lucu bagi anak-anak. Hasil foto dari jepretan anak-anak akan disimpan secara terpisah sehingga tidak tercampur pada galeri foto utama.

Aktivitas lainnya adalah menjadi seorang pelukis. Bagi anak-anak kegiatan melukis dan mewarnai merupakan hal yang sangat menyenangkan dan juga membantu cara kerja otak anak agar lebih kreatif. Kids center menyediakan fasilitas untuk berkegiatan coloring pages, terdapat banyak gambar lucu dan menarik yang akan membuat anak-anak kecil berlama-lama mewarnai sehingga menjadi kesenangan buat si anak.

4.       Kemudahan Penggunaan
Fitur kids center dihadirkan sebagai keutamaan dan juga jalan tengah antara orang tua dan anak-anak di dunia digital ini. Kehadiran fitur kids center di rancang untuk mudah digunakan oleh anak-anak dibawah usia 12 tahun dan pengaturan yang disediakan untuk orang tua mudah dipahami. Inilah salah satu fitur keutamaan karena anak-anak dan orangtua dirancang untuk saling terus berkomunikasi walaupun ketika sedang menggunakan smartphone, sehingga idiom “menjauhkan yang dekat” perlahan hilang berganti dengan "yang dekat semakin harmonis" dengan fitur jalan tengah (golden mean) dari Acer liquid Z320

JALAN TENGAH ANTARA ORANG TUA DAN ANAK

sumber: www.acerid.com
Dunia digital yang semakin progresif tidak bisa dihidari, sehingga teknologi janganlah dijauhi namun diikuti dengan penuh kebijaksanaan. Kehadiran Acer liquid Z320 dengan fitur kids center memberikan terobosan untuk menjadi kesenangan anak-anak dan juga membuat oarang tua menjadi tenang.

Smartphone Acer liquid Z320 menjadi solusi jalan tengah antara kesenangan anak-anak dan ketengan orang tua dengan berbagai aplikasi serta fitur-fitur permainan dan video yang memberikan konten mendidik serta sistem pengawasan yang terkontrol dengan baik.

Ayo mari para orang tua segera miliki Acer liquid Z320 sebagai sebuah teknologi jalan tengah yang memberikan ketenangan bagi kita para orang tua dan juga memberikan kesenangan edukatif bagi anak-anak.(Nana Sutisna)


Sumber :www.acerid.com


























Jumat, Januari 22, 2016

KEPEMIMPINAN POLITIK JOKOWI: SEBUAH TELAAH ANTROPOLOGI



KEPEMIMPINAN POLITIK JOKOWI:
SEBUAH TELAAH ANTROPOLOGI

-NANA SUTISNA-


Tonggak Baru Indonesia

Pesta demokrasi dengan menampilkan pasangan Jokowi dan JK sebagai presiden Republik Indonesia memberikan banyak analisis dari para ahli terkait dengan kemenagan politik pasangan ini.  berbagai kalangam dari latar belakang keahlian memberikan sudut pandang dan analisisnya seprti yang dianalisi oleh Prof hamdi Muluk, pakar psikologi politik yang menelisik terkait dengan kepribadian pasangan jokowi-JK sehingga memberikan efek terpilihnya pasangan tersebut. Berbagai ahli pun mencoba memberikan pandangannyata terkait dengan peran-peran media maupun social media dalam memainkan arus politik yang ada saat ini, dalam pandangan pakar komunikas politik peranan media dalam melakukan pencitraan begitu kuat sehingga dapat terus terekam dalam ingatan public.

Kemenangan politik pasangan Jokowi-JK membawa harapan baru bagi public untuk melihat Indonesia sesuai dengan program nawacita Jokowi. Prof Ikrar Nusa Bhakti  menilai kemengan Jokowi-JK merupakan tinggak sejarah baru dengan menilai pada pencapaian karir JOkowi yang diawali dari walikota, Gubernur dan akhirnya terpilih sebagai Presiden dan begitu pula dengn JK yang terpilih kembali sebagai wakil presiden.[1]  Dengan kombinasi yang ada pada pasangan ini menjadikan optimisme public semakin kokoh, dan juga membuka ruang-ruang harapan baru yang bagi masyarakat. Berbagai macam ekspektasi masyarakat tertumpah dalam amanatnya yang dititipkan pada presiden yang baru di republik ini.

Dialektika Menjelang  Satu Tahun

Perjalanan kepemimpinan Jokowi-JK dalam menakhodai bangsa ini terus berjalan hampir satu tahun sejak dilantik menjadi Presiden dan wakil presiden, namun dalam proses perjalanan yang baru in pula sudah banyak hal-hal problematic yang harus dihadapi dan harus diperlakukan secara hati-hati karena kepemimpinan ini merupakan harapan dan selara baru bagi public. Persolan problematic yang muncul terus kepermukaan dan menyentuh masyarakat secara luas adalah terkait dengan kenaikan harga BBM , konflik aparat penegak hukum antara polisi dan KPK,dan juga persoalan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Harapan masyarakat yang begitu kuat, analisis-analisis yang menggambarkan kekuatan dari pasangan jokowi-JK mengalamai dialektisnya disaat kepemimpinan hampir berumur satu  tahun. Ekpekstasi yang begitu kuat seakan-akan mulai meredup, seperti yang tercermin dalam survey yang di lakukan oleh LSI-Denny JA pasca kenaikan harga BBM sekitar 43,82% menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi-JK[2], survey juga dilakukan oleh Poltracking Indonesia yang menggambarkan bahwa public cenderung tidak puas dengan kinerja pemerintahan jokowi-JK sebesar 48.5 %  Angka sebesar 48,5 persen itu gabungan dari penilaian publik yang sangat tidak puas (5,8%) dan kurang puas (42,7%). Sementara penilaian masyarakat yang puas sebesar 44 persen yaitu gabungan cukup puas (40,5%), dan sangat puas (3,5%). Tidak tahu/tidak jawab (7,5%)[3]. Dalam analisis direktur poltracking Indonesia , Hanta Yudha, bahwa persolan kebijakan kenaikan harga BBM serta polemik dan konflik antara penegak hukum menjadi preseden buruk dimasyarakat.

Menjelang satu tahun kepeminpinan Jokowi-JK menjadi  diskursus menarik  karena dialetika kepemimpinan jokowi adalah dialektika soal harapan dan cita-cita dalam proses waktu yang berjalan harapan public yang begitu besar seakan-akan tergoyahkan dengan berbagai problematik yang ada. Menimbang antara harapan masyarakat dan gaya serta  kebijkan politik yang dilakukan oleh Presiden Jokowi  menjadi sebuah renungan yang mendalam untuk melihat gaya politik Jokowi  dalam perspektif yang lain.

Kepemimpinan Politik Jokowi: Telaah Antropologi

Problematika yang hadir dalam rentang masa satu tahun kepemimpinan Jokowi-JK telah memberikan penilaian tersendiri dikalangan masyarakat terkait dengan gaya dan kepemimpinan jokowi, bahkan muncul keraguan apakah kepemimpinan saat ini mampu memenuhi harapan masyarakat atau public yang luas.Pandangan pada implementasi kebijakan terkait dengan regulasi harga BBM yang cenderung turun naik, konflik aparat penegak hukum serta tidak memiliki power politik yang kuat dan aktif, sehingga hal tersebut  memberikan pandangan mengapa kepemimpinan jokowi dianggap tidak memenuhi harapan masyarakat.

Gaya politik dan kepemimpinan Presiden Jokowi berbagai kalangan menilai bahwa kekuatannya tidak terlalu kuat karena struktur dalam internal partai pengusung Jokowi lebih mendominasi dalam pengambilan keputusan. Namun hal ini menarik jika kita melihat bagaimana polemic penetapan Kapolri, yang mana telah dibatalkan penetapan Budi Gunawan sebagai calon kapolri, beberapa pakar seperti DR. Salim Said[4] menilai langkah Jokowi sebagai langkah Kuda, walaupun ada dominasi internal namun langkahnya sulit terbaca.

Telisik dari kasus tersebut diatas bahwa langkah-langkah pengembilan keputusan Presiden Jokowi perlu dipahami sebagai suatu perilaku budaya yang mana proses-proses berpikir dan penentuan kebijakan merupakan bentuk implementasi dari cara pandanya terhadap kekusaan dan kepeimpinan. Oleh karena memahami Presiden Jokowi dalam perspektif Antropologi politik tidak dapat dilepaskan dari unsur dan konsep kepeminpinan dan  kekuasaan serta nilai-nilai budaya Jawa yang tertanam dalam dirinya sebagai manusia yang lahir  dalam kultur masyarakat Jawa. Memahami orang Jawa, seperti halnya juga memhami dari masyarakat pada etnis-etnis yang lain, memiliki pandangan hidup terkait dengan dunia (world view), sehingga pandangan hidup manusia Jawa terhadap dunia merupakan system filosofis yang menjadi struktur acuan manusia Jawa dalam menjalani kehidupannya dan berinteraksi secara sosial dengan ruang-ruang public yang dilakoninya.

Pandanga dunia orang Jawa tidak memisahkan realitas yang ada dalam kehidupannya, sehingga pemaham akan dunia dalam pikran Jawa adalah merupakan satu kesatuan. Aryaning Arya Kresna[5] (2009) menyebutkan bahwa Orang Jawa memahami dunia dan ruang tempatnya berdiam sebagai entitas yang tidak terpisah dari kesadarannya. Bahkan bukan hanya menyatu dengan kesadarannya yang terbuka-ke-dalam, eksistensi manusia Jawa tertelan mentah-mentah oleh alamnya. Sehingga, alih-alih manusia Jawa memahami dirinya sebagai sebuah “res cogitans” yang mampu berefleksi tentang  kesadarannya yang berjarak dengan ruang, kesadaran orang Jawa adalah bagian kecil dari ruang. Eksistensi manusia Jawa menyatu dengan alamnya, sehingga keduanya tidak bisa dipisahkan.

Melandaskannya pada bagaimana orang Jawa memiliki pandangan hidup maka hal inipun terkorelasi dengan konsepsinya terkait dengan kekuasaan dan kepemimimpinan. Pemaknaan kekuasaaan dalam masyarakat Jawa dipahami sebagai kekuatan yang menyatu dengan alam, kekuasaan adalah energy ilahi yang tanpa bentuk yang selalu kreatif meresapi kosmos, sehingga pemaknaan konsepsi kekuasaan dipahami oleh orang jawa tidak hanya sebatas pada potensi mempengaruhi tindakan orang lain walaupun orang tersebut menentangnya atau juga kekuasaan bukan hasil dari relasi individu dengan individu atau kelompok lain, akan tetapi merupakan energi illahi yang meresapi kosmos, hal inilah dalam pandangan hidup orang jawa posisi peminpin (raja/presiden) pusat kosmos sekaligus pusat kekuasaan (Kresna, 2009)[6]. Oleh karena walaupun tekanan internal pengusung dari Koalisi merah putih, namun sebagai manusia Jawa Jokowi telah terinternalisi nilai-nilai budaya jawa yang kuat, yang mana pemahaman dan pemaknaan akan kekuasaan akan pula dimaknai oleh dirinya sendiri sebagai seorang Presiden sehingga cukup tepat jika langkah Jokowi ini dinilai sebagai langkah kuda.

Karekter budaya Presiden Jokowi, tidak dapat dilepaskan dengan nilai-nilai Jawa yang dinternalisasikan kepada dirinya. Penelitian Hildred Geertz[7] (1983) tentang keluarga Jawa mengungkapkan bahwa seoarang anak pada keluarga Jawa diajarkan untuk selalu hidup harmonis, jika sang anak tidak bertingkah laku baik maka akan mendapatkan sanksi, pelajaran penting yang harus dikuasai oleh anak sebagai bagian dari pertumbuhannya ialah bagaimana dan bilamana harus bertindak-tanduk dengan tata karma. Tata nilai pertama adalah “Hormat” dalam masyarakat jawa adalah wedi, isin, dan sungkan. Wedi berarti takut, isin dapat diartikan sebagai malu, dan sungkan enggan ataupun canggung. Tata nilai kedua adalah rukun yakni  dapat menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial dengan memperkecil peluang konflik sosial dan pribadi dalam bentuk apapun. Usaha untuk mencapai rukun sering kali menjadi motivasi utama untuk membantu sanak saudara dalam keadaan sulit. Sehingga dalam masyarakat jawa seringkali kita dengan peribahasa “mangan ora mangan sing penting ngumpul” dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan “makan gak makan yang penting kumpul”. Jika kita maknai peribahasa tersebut terkandung filosofi hidup yang dalam, dimana mangan  (makan) merupakan kebutuhan pribadi, sedangkan ngumpul (kumpul) adalah kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya, merupakan kebuthan bermasyarakat sebagai makhluk sosial, oleh karenanya filosofis inilah bagian dari penguatan dan pengejawantahan konsep rukun dalam masyarakat Jawa. Sejurus dengan pemikiran tersebut, manusia sebagai mikrokosmos hidup bersama dan secara resiprokal membantu menjaga makrokosmos sehingga keseimbangan diantara mereka dapat berjalan dengan baik. Sistem moral sosial ini mengajarkan orang Jawa untuk selalu mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan diri sendiri, dan berbuat baik, karena seluruh kehidupan manusia sudah dalam tatanan kosmos menuju suatu tujuan tertentu (kresna, 2009).

Dengan fakta dan realitas politik yang melingkari kepeminpinan Jokowi serta karakter Jawa yang membentuk tata nilai Presiden Jokowi memberikan pemahaman bagaimana langkah-langkah Presiden Jokowi cenderung kompromistis pada lingkaran terdekat hal ini lebih untuk menjaga rukun atau harmonisasi sosial politik pada mitra-mitra koalisi. Namun keharmonisasian ini  cenderung dapat disalahpahami sebagai sebuah ketertekanan politik, karena yang muncul kepermukaan adalah kebijakan-kebijakan yang kurang populis bagi masyarakat  di mata para lawan politiknya.

Pedoman tata nilai jawa membentuk karakter pemerintahan Jokowi, sehingga hal-hal terkait dengan proses berpikir dan pengambilan keputusan dilandasi atas pandangan hidupnya (world view) tentang kekuasaan,  kepemimpinan dan juga perilaku dalam nilai-nilai jawa terkadang sulit memahami langkah-langkah yang akan dilakukan terkait dengan pengambilan keputusan dan kebijakan-kebijakan yang akan diputuskan karena begitu banyak aspek yang perlu di jaga harmonisasinya. Makrokosmos dalam pemikiran Jawa dipahami sebagai keberlangsungan hidup pada tiap-tiap individu, sehingga tatanan kehidupan sosial pun akhirnya harus diusahakan berjalan dengan harmonis, serasi dan seimbang.



###









[1] http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/07/tonggak-sejarah-baru-indonesia
[2] http://www.tempo.co/read/news/2014/11/21/078623558/Survei-Kepuasan-Masyarakat-terhadap-Jokowi-Merosot
[3] http://news.detik.com/read/2015/04/19/144344/2891514/10/survei-poltracking-485-publik-tak-puas-kinerja-pemerintah-jokowi-jk
[4] http://www.jokowicenter.com/2015/02/langkah-kuda/
[5] Aryaning Arya Kresna,  (2009)  Orang Jawa  dan Ruang Publik Politik, presentasi paper dalam International Conference and Summer School on Indonesian Studies (ICSSIS) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok
[6] ibid
[7] Hildred Geertz,  (1983) Keluarga Jawa, Jakarta, Grafiti Press

* Artikel ini dimuat di Majalah Esquire Indonesia edisi Agustus 2015

Selasa, Januari 06, 2009

"pameran Senjata"

“Lord of War”:
Kisah Tragis di Jalur Gaza

Nana Sutisna

Ketika saya menulis ini sudah 9 hari pasukan Israel menggempur wilayah palestina di jalur gaza. Dan sedang mempersiapkan angkatan tempurnya untuk memasuki Jalur Gaza melalui darat, perang terbuka sudah akan di mulai. Perang dengan mempertontonkan kekuatan senjata sudah siap!!!

Seluruah dunia mengecam kebrutalan Israel yang membombardir Palestina, termasuk saya, karena yang menjadi sasaran tembak sebagian besar adalah rakyat sipil dan anak-anak yang menjadi korban. Ketika semua negara didunia memainkan perannya di PBB untuk mendesak israel menghentikan serangannya dan melakukan gencatan senjata, tetapi Amerika Serikat dengan hak Vetonya mementahkan semua usulan tentang gencatan senjata. entah apa yang ada di dalam benak para pengambil kebijakan di negara paman sam sehingga mementahkan usulan negara-negara didunia ini.

Ketika membaca Kompas (4/1/2009) ada sebuah potongan puzzle yang saya temukan mengapa Amerika bersikap begitu double standart. Puzzle itu adalah sebuah statemen dari Presiden negara adidaya tersebut, yakni “membicarakan gencatan senjata dengan HAMAS adalah sesuatu yang sia-sia, yang utama adalah bagaimana mengawasi peredaran senjata sehingga bisa sampai kepada teroris” kira-kira inti statement Bush seperti itu. Ini menjadi aneh buat saya kenapa Bush dalam setiap kejadian “perang” yang selalu dibicarakan adalah senjata. Tentu kita masih ingat dengan Irak, Korea Utara, dan sekarang mulai melirik Iran, negara yang disinyalir oleh Amerika memiliki senjata yang maha dahsyat. Tiba-tiba pikiran saya menerawang pada sosok Nicolas Cage...?

Lord of War: bukan Nicholas Cage tapi Viktor Bout

Pikiran yang genius ini ternyata mampir di sebuah film produksi Hollywood, lord of War, sebuah film yang mengkisahkan seorang Nicholas Cage pria yang sangat dicari oleh kalangan milisi ataupun militer, bagaikan dewa yang memberikan keberuntungan disetiap kelompok yang beradu senjata. Lord of war, menjadi sebuah catatan kelam dalam tragedi ketamakan manusia.

Ketika pertama kali menyaksikan Film tersebut, bertanya-tanya juga dalam hati kira-kira kisah ini nyata atau khayalan belaka. Dalam hasrat terdalam bahwa ini adalah sebuah kenyataan, seseoarang yang memang meiliki jiwa usaha, memiliki kedekatan dengan kekuasaan, mampu mendekati semua komponen, dan yang pasti memiliki ide untuk melancarkan rasa tamak manusia.

Kejatuhan sebuah rezim, tumbangnya ideologi, aneksasi sebuah negeri, dan yang utama adalah keserakahan manusia, seakan-akan menjadi sebuah indikator keberhasilan, tapi sebenarnya adalah pameran senjata yang pemiliknya tidak peduli. Ketika senjata sudah digunakan, lord of war, hanya duduk dan menikmati di depan televisi tanpa peduli sebrapa banyak darah yang tumpah, yang pasti perputaran uang jalan dan produksi senjata tetap stabil serta adidaya semakin kuat. Seoarang lord of war ternyata dilindungi oleh yang paling merasa kuat di muka bumi ini.

Kompas (28/12/2008) membuktikan sebuah kenyataan yang ada di film lord of war, dan begitu juga dengan keyakinan saya bahwa Lord of war ini memang ada. Cerita ini dimulai ketika dinas rahasia amerika yang menyamar sebagai revolusioner kolombia (revolutionary armed forces of colombia/FARC) menangkap Viktor Anatolyevich Bout pada maret 2008 di Bangkok, Thailand. Kisah ini mencuatkan sebuah jaringan perdagangan senjata gelap yang tidak saja melibatkan kelompok-kelompom teroris tapi juga pemerintahan resmi sebuah negara.

Sejarawan Inggris, Mark Galeotti, mengungkapkan bahwa “Viktor Bout merupakan simbol dunia modern dan sebuah produk pasca perang dingin”. Untuk dapat bekerjasama dengan semua pihak, Bout melepaskan diri dari semua atribut politik resmi. Dia bisa mengirim senjata kepada siapa saja, mulai dari pemberontak, bisnis resmi, kelompok penyalur bantuan, hingga pemerintahan termasuk Amerika Serikat. Bout Memiliki armada penerbangan, memiliki kontrak kerja dengan KBR (Perusahaan AS, dan wakil presiden Amerika Serikat adalah salah satu mantan Eksekutif) dan Federal Express, untuk pengiriman senjata dan personel ke Irak bertahun-tahun setelah invasi AS ke Irak tahun 2003. “Ini membuat Viktor Bout sulit ditangkap”, Kata Mark Galeotti. (KOMPAS 28/12/2008).

Seperti halnya Yuri Orlov (Nicolas Cage) dalam lord of War, Viktor Bout sangat licin dan sakti sulit ditangkap walaupun ada surat penangkapan dia tetap hidup bahagia, seperti yang ungkapkan Alex Yearsley dari global witness yang bebasis di London;”Bout tampaknya dilindungi pemerintah Rusia, dia tampak dilindungi pejabat Rusia, hidup bahagia di Rusia walaupun ada surat penangkapan dari Interpol dan Belgia. Dia di Pakai Vladimir Putin untuk mengacau kelompok Liberal Barat dan membuat sejumlah Jenderal di Rusia kaya”.

Sebelum di tangkap, Pemerintah Amerika serikat sudah mulai mengendus bahwa Bout ini semakin licin dan tak terkendali, seperti yang dituliskan harian Inggris Gurdian, menyebutkan bahwa Bout telah memasok senjata ke Hezbollah di Lebanon untk berperang melawan Israel, senjata Rusia yang dikirim Bout ke Hezbollah memberi banyak kerusakan pada Israel selama konflik Israel-Hezbollah tahun 2006, keinginan Bout untuk bekerjasama dengan Pengadilan Islam Somalia (yang dianggap sebagai AL-Qaeda oleh Amerika Serikat). “Saya kira Bout ditangkap karena beberapa alasan. Dia tidak lagi berguna bagi Amerika Serikat karena bekerjasama dengan kelompok-kelompok yang menjadi musuh Amerika Serikat,”kata Alex Yearsley.

Menurut para pakar kehebatan Bout ini terletak pada kekmampuannya yang membuatnya lebih menarik daripada panglima perang atau penyelundup. Bout memberikan ketenangan kepada rezim yang rapuh dan kelompok-kelompok pemberontak, Bout bisa jadi siluman tidak saja karena minimnya keinginan politik, tetapi karena kekacauan politik di dunia nyata.

Bisnis Konflik: “Pameran Senjata”

Tidak peduli dengan sebarapa banyak darah yang tumpah, tidak peduli dengan siapa yang menjadi korban, perang sebagai sebuah ajang “pameran senjata” adalah sarana awal untuk menguji serta mempraktekan temuan-temuan terbaru.

Ketika ‘pameran senjata” sedang terjadi di jalur gaza, sepertinya kita sudah bisa menebak siapakah yang sedang melakukan bisnis konflik ini, bom curah, rudal jarak jauh, kendaraan lapis baja, sistem deteksi senjata, pakaian anti peluru, sedang dipraktekan dan dipertonton ke muka dunia.

Dan pada akhirnya, apapun analisis kita, darimanapun kita memandang faktanya adalah ratusan nyawa melayang, generasi-genarasi penerus menjadi korban, serta semakian mengaburkan istilah kemanusiaan. Apapun alasannya Perang harus dihentikan...!!!

Seperti dalam lagu SLANK:

“Andai aku jadi presiden

Aku akan mengubah pabrik senjata

Menjadi pabrik tahu

Agar dunia Aman tidak ada Perang”.

Rabu, Juli 02, 2008

Disaster

What is the Role of ICT for Disaster Management in Indonesia?

By: Nana Sutisna

INTRODUCTION

Indonesia: The most disaster prone region area

Indonesia is the disaster[1] one of the most vulnerable country, this is because Indonesia is located in the line of volcanic pacific ring of fire. That is the most active chain of volcano in the world. Indonesia has about more than 240 Volcanoes, among of them there are 70 volcanoes is still active. The Indonesia geographical position is rounded by Eurasia plat, Indo-Australia plat, and Pacific plat, sometimes plat will move to be broken that affect the earthquake. The volcanoes active and earthquake zone in pacific circum very popular, because every high earthquake potentially affected the tsunami and this very dangerous for people, because if it happen will be many victim.[2] The Volcano logy and Mitigations Directorate of Geological Disaster in energy and Mineral resource department indicates that there are 28 location of the earthquake and tsunami prone area in Indonesia.

Beside the disaster affected by natural process (Natural Disaster), the disaster potential in Indonesia also affected by the human (Man made Disaster). The head of Geodynamic division, National Mapping and Coordination Survey Agency Cecep Subarya, stated that disaster happen because the human error or mistakes, like Flood, landslide, drought, and forest fire.[3] The man made disaster is 53% they are affected by The Flood, Drought, landslide, forest fire. If compare by the others disaster, but disaster affected by the earthquake only 7,5%, nevertheless it will destroy and will take the a load of victims.

In Environmental Look WALHI 2003 was revealed that Indonesia could not be proud anymore by the Jamrud Country title, because in the fact that Indonesia is the thousand’s disaster. In the year 2002, notes at least 14 natural disaster happen especially flood and landslide. The disaster affected the victim human being, damage infrastructure, agriculture.[4] National Disaster Management and Coordination agency (Bakornas PB) note that since 1998 to 2003 had happen 647 natural disaster in Indonesia, 85% where flood and landslide.

Natural Disaster in Indonesia (1998-2003)

Type

The Number of even

Human Victims

Loss (juta rupiah)

Flood

302

1066

191.312

Landslide

245

645

13.928

Earthquake

38

306

100.000

Volcanoes

16

2

n.a

Strom

46

3

4.015

Total

647

2022


Source: Bakornas PB

In Indonesia disaster still continue in 2004, beginning by the earthquake in Alor NTT, Papua and tsunami in Aceh in the and 2004 destroy all the life sector and killed 220, 000 people. While Indonesia still rehabilited the life affected by tsunami in Aceh soon the coming earthquake happen in Yogyakarta in the mid of 2006 also kill 3098 people and destroy 3824 building, infrastructure and cut the telecommunication network.

The Importance of Disaster Management

The impact is affected by the disaster is giving loss to the people. The losses not only material but also mentality that affected the long trauma in to the lowest point to be pessimistic life or the low quality of life. Impact and losses the human resource quality is the most threaten of human being, shortly that disaster can affect the need access of human life closed and soon decreasing the quality of human life.

Natural disaster can happen accidentally or through long process. In the different disaster like earthquake almost impossible predicted accurately where and when it happen and the frequency of rectare, but some others disaster still can predict and estimate like flood, volcano eruption and landslide. Although we can predict the disaster even always give the surprise impact that affected much losses of material and people. In the sustainability of human life quality by minimizing of the impact that affected by disaster so that is needed and disaster management strategy. Is known as disaster management. Principally the disaster management can give the preparations to anticipate the hazard and risk so that it can minimize the material risk and victim.

This is one can affect the big impact if the disaster happen are 4 factors;

  1. the less of understanding of the hazard characteristic
  2. Attitude and practice that can decrease the quality of natural resources (vulnerability)
  3. Less of information or early warning because of not prepared
  4. Disability in anticipating the hazard

The 4 factors above give the high influence to the risk of the disaster. The factors are something could be loss by good disaster management. The good disaster management by managing disaster to eliminate the factors to make the risk to become lower.

The disaster management is an effort to reduce the disaster risk by doing the holistic activity is done related to the cycle of disaster management so every phase could be done by some activity to minimize risk of the disaster happen.









Source:
http://www.apdip.net/publications/iespprimers/eprimer-dm.pdf

The phases of the disaster management cycle, which are described as follows:

  • Mitigation: any activity that reduces either the chance of a hazard taking place or a hazardturning into disaster.
  • Risk reduction: anticipatory measures and actions that seek to avoid future risks as a resultof a disaster.
  • Prevention: avoiding a disaster even at the eleventh hour.
  • Preparedness: plans or preparations made to save lives or property, and help the responseand rescue service operations. This phase covers implementation/operation, early warning systems and capacity building so the population will react appropriately when an early warning is issued.
  • Response: includes actions taken to save lives and prevent property damage, and topreserve the environment during emergencies or disasters. The response phase is the implementation of action plans.
  • Recovery: includes actions that assist a community to return to a sense of normalcy aftera disaster.

Disaster management (also called disaster risk management) is the discipline that involves preparing, warning, supporting and rebuilding societies when natural or man-made disasters occur. It is the continuous process by which all individuals, groups and communities manage hazards in an effort to avoid or minimize the impact of disasters resulting from hazards. Effective disaster management relies on thorough integration of emergency plans at all levels of government and non-government involvement. Activities at each level (individual, group, community) affect the other levels.[5]

Information and Communication Technology (ICT) integration in Disaster Management

Daniel stauffacher and Sanjana Hottotuwa said; disaster management is an imperfect science. It is impossible to predict accurately when and where disaster will occur. The Hazard that area rife in Asia pacific area pose huge challenges, political as well technical.[6] The arguments give an explanations ability of disaster management must be support by others discipline which can give deep knowledge and supporting disaster risk reduction in all phases on disaster management cycle.

Disaster management can’t separate an sich to solving problem, but must be integrated with other discipline, one of is a Information and communication Technology. Tsunami even at the and 2004 had emphasized other component for more integrated disaster management with ICT, Since the December 2004 Indian Ocean tsunami, the Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) together with the International Telecommunication Union (ITU) have taken initiatives to study the current situation of emergency communications in the Asia-Pacific countries and to give recommendation on national emergency telecommunication and national early warning system setups. For Indonesian Government ICT have a significant role if reflection on 2004 Aceh Tsunami experience, thousand of victim make disaster response must be quick action, the damage of infrastructure make management handling is not easy, but ICT has can give the most practical evacuation in Indonesia history. With the mini and practical satellite hardware, evacuation process, giving donation and monitoring of the disaster victim is to be practical to do.

ICT on Indonesian Disaster Management

The role of ICT on disaster management in Indonesia become significant, itcould be proved when emergency response in Tsunami Aceh. Base on the experience role of ICT can be primaries all phase in disaster management. To seeing disaster characteristic in Indonesia so that ICT will role in highlighting risk area, vulnerabilities and potentially affected populations by producing geographically referenced analysis through, for example a GIS.

Disaster Management try to reduce disaster impact, in the first step roe of ICT is in Early Warning system, its very significant because all that related with EWS in disaster doing with the technology tools so that can help people in disaster preparedness.

ICT tools which support disaster management is GIS. Before disaster come, GIS is used for managing the large volumes of data needed for the hazard and risk assessment, and in the preparedness phase it a tool for a planning of evacuation routes. In the relief phase, GIS is extremely useful in combination with GPS in search and rescue in area that have been devastated and where is difficult to orientate. The others tool is a remote sensing, it used for make a hazard and risk modeling for Disaster, remote sensing based early warning system for natural disaster and it can be use to damage assessment using satellite and airborne sensor. Satellite is a important tools on ICT, and use for disaster management in phase preparedness and response. Satellite used for emergency communication, hazard forecasting, EWS and monitoring. Satellite also used for information exchange about disaster. Other tools in ICT like; internet, television, hand phone, community radio, and sirens it’s very significant to help people in Disaster management for reducing disaster impact.[7]

ICT in Indonesia Disaster management can be used in all phase disaster management, because Indonesia is vulnerable country. Learning from tsunami in Aceh, earthquake in Yogyakarta, and flood disaster in Jakarta using ICT must be integrated on disaster management in Indonesia. Application ICT in EWS, hazards and risk mapping area can be help community to reduce impact of hazard, and in emergency response can be fast to help community with using spatial data on GIS, distribution the information.

Base on experience to face disaster that happen in Indonesia, especially tsunami in Aceh and earthquake in Yogyakarta, role of ICT it important in disaster management. Information and communication Technology can play an important role in different phases of disaster management. Integrated program between ICT and disaster management continuously and rapid development of ICT is essential for the protection of the people from the destructive effect of disaster.


[1] Disaster is situation and condition will happen people life. Depend on cover area, disaster can change term of life and normal condition people, eliminate material and human, damage social structure and affected the increase basic needs (Bakornas PB) Idep Foundation, “Panduan Umum Penanggulangan Bencana untuk Masyarakat, Bali, 2004.

[2] The data about Volcanoes in Indonesia is got from Center of Data and Tempo Analysis through the sites www.pdat.com access on date July, 1 2008, times 11.00 wib.

[3] Yayat Ruchiat, researcher from Center for International forestry Research (CIFOR), in the research paper with he title “Penyebab dan dampak Kebakaran Hutan dan Lahan” to analyze forest fire that main factor cuase by fire affected from shifting cuktivatian activity and illegal logging.

[4] www.walhi.or.id in the article “Sejuta Bencana Terencana Di Indonesia” accses on date 1 July 2008.

[5] http://www.apdip.net/publications/iespprimers/eprimer-dm.pdf, Chanuka Watagemma, “ICT for Disaster Management”. Access 1 July 2008.

[6]http://www.ict4peace.org/view_files-1-v-135.html, Commonwealth Ministers handbook ‘ICT for Disaster management in the Asia-pacific region”. Access in 30 June 2008.

[7] Er.A.K. Sabat, “Application of ICT in Disaster management-An Overview”

Kalau AC ya Daikin...

AC DAIKIN: Sebuah pilihan untuk rasa nyaman dan hemat energi       Kondisi Tropis di Ibukota Jakarta sudah cukup membuat suasana dan li...